Selasa, 15 Oktober 2013

PENGERTIAN, OBJEK DAN TUJUAN STUDI ISLAM


PENGERTIAN, OBYEK DAN TUJUAN METODOLOGI STUDI ISLAM       

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.   LATAR BELAKANG

Berbicara mengenai agama, pasti orang akan menganggap aneh apabila kita ingin menelitinya. Agama adalah wahyu Allah yang harus diteliti lagi. Dahulu orang-orang Eropa menolak adanya kemungkinan meneliti agama. Ini karena antara ilmu dan sebuah agama atau  nilai. Dimana ilmu dan agama itu sudah tidak bisa dibedakan lagi.
Kehadiran agama islam yang dibawa nabi Muhammad SAW, sudah sangat diyakini oleh orang islam. Ini karena orang islam sendiri dapat menjamin kesejahteraan hidup di dunia maupun di akhirat kelak, kesejahteraan lahir dan batin. Sebagaimana yang terdapat dalam Alqur’an dan hadis.
Islam mengajarkan dimensi kehidupan yang sangat seimbang. Menghargai akal pikiran melalui pengetahuan dan teknologi. Bersikap seimbang dalam memenuhi kebutuhan material dan spiritual. Mengutamakan kepedulian sosial, menghargai waktu, terbuka, demokratis, mencintai kebersihan, berakhlak mulia dan sikap-sikap positif lain.
Untuk memahami berbagai dimensi ajaran islam tersebut jelas memerlukan berbagai pendekatan atau penelitian yang digali dari berbagai disiplin ilmu. Salah satunya adalah dengan pendekatan studi islam. Adapun studi islam sendiri merupakan ilmu keislaman mendasar. Dengan studi ini, pemeluknya dapat mengetahui dan menetapkan ukuran ilmu, iman dan amal perbuatan kepada allah swt.

B.   RUMUSAN MASALAH

1.     Apa pengertian Metodologi Studi Islam ?
2.    Apa saja Objek yang digunakan untuk mempelajari Metodologi Studi Islam?
3.    Apa tujuan mempelajari Metodologi Studi Islam ?

C.    TUJUAN MASALAH

1.     Dapat mengetahui Metodologi Studi Islam.
2.    Dapat mengetahui Objek apa saja yang digunakan dalam mempelajari Metodologi Studi Islam.
3.    Dapat mengetahui apa saja tujuan Metodologi Studi Islam.



BAB II

PEMBAHASAN

 

A.   PENGERTIAN METODOLOGI STUDI ISLAM 

Metodologi Berasal dari kata method yang berarti cara dan logy atau logos berarti teori atau ilmu. Jadi kata metodologi mempunyai arti suatu  ilmu atau teori atau suatu  cara.  Sementara menurut kamus ilmiah populer, Metodologi artinya, cara-cara dan langkah-langkah yang tepat untuk menganalisa sesuatu[1]. Kemudian Studi artinya pendidikan, pelajaran serta penyelidikan/penelaahan.
Agama berasal dari bahasa Sanskerta, yang A artinya tidak, dan gama artinya kacau yang dapat diartikan secara bahasa yakni tidak kacau[2]. Kemudian menurut referensi lain ada yang berpendapat bahwaA=tidak dan gama= pergi, yang jadi kata tersebut berarti tidak pergi[3]. Sementara itu pengertian Agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah Sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan, atau juga disebut dengan nama Dewa atau nama lainnya dengan ajaran kebaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan tersebut.
Jadi dapat di simpulkan bahwa  metodologi studi islam adalah Suatu cara atau langkah-langkah untuk mempelajari tentang Islam. Pengertian lain menyebutkan, Metodologi Studi islam adalah usaha sadar dan sistematis untuk mengetahui dan memhami serta membahas secara mendalam tentang seluk-beluk atau hal-hal yang berhubungan dengan agama Islam, baik berhubungan dengan ajaran, sejarah maupun praktik-praktik pelaksanaannya secara nyata dalam  kehidupan sehari-hari, sepanjang sejarahnya[4].
 

B.   OBJEK  METODOLOGI STUDI ISLAM

Islam memang menarik untuk dijadikan sebagai objek kajian dan dalam mengkaji Islam, tentu kita harus berpedoman  pada dua sumber otentiknya yakni Alquran dan hadis. Dalam perkembangannya Islam dapat diterima dari segala aspek bidang ilmu pengetahuan, baik secara ilmu agama yang menitik beratkan pada ajaran agama, maupun secara ilmu lainnya yang mengembangkan segala aspek pengetahuan. Ini karena hasil akhirnya bertemu pada titik isi dari al-Qur’an, baik secara pendekatan ilmu agama ataupun ilmu lainnya.
Adapun islam sebagai objek studi dikaitkan dengan ilmu agama memasukan beberapa ilmu diantaranya; tafsir, hadits, kalam, fiqih, filsafat dan tasawuf dengan acuan dasarnya adalah         al-Qur’an. Dan Islam sebagai objek studi dikaitkan dengan ilmu seperti; ilmu pengetahuan, feminis, sosial budaya, fisiologi, anatomi, ilmu hukum, ilmu ekonomi, ilmu bumi dan ilmu alam, secara sederhana bisa dilihat dari pendekatan teologis, sosiologis, histories, arkeologis, antropologis, penomenologis, psikologis, feminimis dan sosial budaya. Ini menandakan bahwa keterkaitan islam sebagi sumber ilmu dalam semua bidang bisa terlihat dengan adanya      studi islam sebagai objek studi.

C.    TUJUAN METODOLOGI STUDI 

Dalam era moderen ini studi islam menjadi sangat penting. Karena agama, termasuk islam memerankan sejumlah peran dan fungsi di masyarakat. Studi islam sendiri diharapkan dapat  melahirkan suatu  masyarakat yang siap hidup bertoleran (tasamuh) dalam wacana pluralitas agama, sehingga tidak melahirkan muslim ekstrem yang membalas kekerasan agama dengan kekerasan agama pula. Secara detail arah dan tujuan studi Islam sendiri dapat dirumuskan sebagai berikut:
  1. Untuk mempelajari secara mendalam tentang apa sebenarnya (hakikat)agama Islam itu, dan bagaimana posisi serta hubungannya dengan agama-agama lain dalam kehidupan budaya manusia.
  2.  Untuk mempelajari secara mendalam pokok-pokok isi ajaran agama Islam yang asli, dan bagaimana penjabaran serta operasionalisasinya dalam pertumbuhan dan perkembangan budaya dan peradaban Islam sepanjang sejarahnya.
  3.  Untuk mempelajari secara mendalam sumber dasar ajaran agama islam yang tetap abadi dan dinamis, dan bagaimana aktualisasinya.
  4.  Untuk mempelajari secara mendalam prinsip-prinsip dan nili-nilai dasar ajaran agama Islam, dan bagaimana realisasinya dalam membimbing dan mengarahkan serta mengontrol perkembangan budaya dan peradaban manusia pada zaman modern ini.




BAB III

PENUTUP

A.   KESIMPULAN


Sesuai dengan pengertiannya metodologi Islam merupakan suatu cara untuk memahami islam dari berbagai sudut pandang islam. Studi islam tersebut bertujuan sebagai usaha untuk mempelajari secara mendalam tentang islam yang berhubungan dengan agama islam, dan juga menunjukkan kemana studi islam tersebut di arahkan, dengan menggunakan arah dan tujuan secara jelas.
Islam dapat diterima dari segala aspek bidang ilmu pengetahuan, baik secara ilmu agama yang menitik beratkan pada ajaran agama, maupun secara ilmu lainnya yang mengembangkan segala aspek pengetahuan. Ini karena hasil akhirnya bertemu pada titik isi dari al-Qur’an. Ini menandakan bahwa keterkaitan islam sebagi sumber ilmu dalam semua bidang bisa terlihat dengan adanya       studi islam sebagai objek studi
Studi islam sendiri sangat penting untuk dilakukan, karena agama islam merupakan agama yang mayoritas di anut oleh sebagian besar penduduk di dunia. Dengan adanya studi islam ini diharapkan dapat melahirkan suatu komunitas yang mampu melakukan perbaikan secara ekstern dan intern.

B.   SARAN

Demikian makalah ini kami buat, ada kurang dan lebihnya kami mohon maaf, serta kami sangat mengharap kritik dan saran dari pembaca, agar makalah yang akan datang menjadi lebih baik.


DAFTAR PUSTAKA

 

Partanto, Pius A. & M. Al Barry Dahlan. 1994.  Kamus Ilmiah Populer. Surabaya : ARKOLA

Fauzi,Holis.2013.Metodologi Studi Islam,[online], (http://holisfauzie.blogspot.com/2013/03/metodologi-studi-islam.html,diakses tanggal 07 september 2013)

Manaf,Abdul.2013.Pengertian,Ruang Lingkup dan Objek Kajian Studi Islam,[online],(http://berlian90.blogspot.com/2013/01/pengertian-ruang-lingkup-dan-objek.html,diakses tanggal 07 september 2013)

Anas,Rohmat.2011.Pendekatan Studi Islam,[online],( http://rohmatanas.blogspot.com/2011/11/pendekatan-studi-islam.html,diakses tanggal 08 september 2013)

Hakim,Atang.ABD, & Jaih,Mubarok.2004.Metodologi Studi Islam.Bandung: PT Remaja Rosdakarya




                                  




1 komentar: